THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 10 Januari 2011

METAMORFOSIS AKAR, BATANG, DAN DAUN


METAMORFOSIS AKAR, BATANG, DAN DAUN
Organ pokok tumbuhan hanya akar, batang, dan daun, sedangkan bagian-bagian lain pada tumbuhan hanyalah penjelmaan salah satu di antara ketiga bagian pokok tersebut.
Di antara berbagai macam bagian tumbuhan yang sering kita jumpai, yang tidak lagi jelas berupa akar, batang, atau daun, ialah:
1.     Kuncup (gemma)
2.     Rimpang (rhizoma), umbi (tuber), dan umbi lapis (bulbus)
3.     Alat pemmbelit atau sulur (cirrhus)
4.     Piala (ascidium) dan gelembung (utriculus)
5.     Duri (spina)
6.     Alat-alat tambahan (organa accessoria)
Kuncup (Gemma)
1.     Kuncup merupakan bagian tumbuhan yang sesungguhnya adalah tunas, jadi terdiri atas calon batang beserta calon daun-daunnya.
2.     Kuncup lazimnya dilindungi oleh alat-alat seperti rambut-rambut, sisik-sisik, daun penumpu dan lain-lain.
3.     Kuncup dapat berkembang menjadi bagian tumbuhan yang baru.
4.     Tidak semua kuncup dapat berkembang menjadi bagian tumbuhan yang baru.
5.     Pada tumbuhan ada kuncup yang selama bertahun-tahun berupa kuncup saja. Kuncup ini disebut kuncup tidur atau kuncup laten.
6.     Menurut tempatnya kuncup dibedakan dalam tiga macam:
a.   Kuncup ujung (gemma terminalis)
Kuncup yang terdapat pada ujung-ujung batang, cabang-cabang dan ranting-ranting.
b.  Kuncup ketiak (gemma axillaris atau gemma lateralis)
1.     Kuncup yang terdapat di dalam ketiak daun.
2.  Kuncup inilah yang kalau berkembang lazimnya akan menghasilkan cabang baru.
c. Kuncup liar (gemma adventicius)
Kuncup-kuncup yang tidak terdapat pada ujung atau ketiak daun. Menurut tempatnya, kuncup liar dapat dibedakan seperti berikut:
1.     Di sembarang tempat pada batang, dan jika tumbuh biasanya akan menghasilkan wiwilan atau tunas air. Ex: pohon coklat (Theobroma cacao L.)
2.     Pada tepi daun, dan kalau tumbuh bahkan dapat menghasilkan tumbuhan baru. Ex: cocor bebek (Kalanchoe pinnata  Pers.)
3.     Pada akar, dan biasanya juga dapat menjadi tumbuhan baru. Ex: sukun (Artocarpus communis Forst.), dan talok (Muntingia calabura L.)

Selain pembagian kuncup di atas. Kuncup juga dapat dibedakan menjadi:
1.  Kuncup daun (gemma foliifera)
Nama kuncup ini sesungguhnya kurang tepat, karena kuncup tidak berkembang menjadi daun, melainkan menjadi tunas yang mendukung daun-daun.
2.  Kuncup bunga (gemma florifera atau alabastrum)
Kuncup yang tidak berkembang menjadi tunas, melainkan menjadi bunga (mengalami metamorfosis). Kuncup bunga dapat dijumpai pada ujung batang maupun dalam ketiak daun.
3.  Kuncup campuran (gemma mixta)
Kuncup yang jika berkembang akan menghasilkan tunas dengan daun-daun biasa dan bunga.
Berdasarkan keberadaan pelindungnya, kuncup dapat dibedakan menjadi:
1.     Kuncup telanjang (gemma nudus)
Kuncup yang sama sekali tidak mempunyai alat-alat pelindung.
2.       Kuncup tertutup (gemma claulus)
Kuncup yang mempunyai pelindung yang menyelubungi kuncup tadi.

Rimpang (Rhizoma), Umbi (Tuber), dan Umbi Lapis (Bulbus)
Ketiga macam alat tersebut di atas adalah metamorfosis batang dan/ atau akar/ daun. Alat-alat ini merupakan badan yang membengkak dan umumnya menjadi tempat penimbunan makanan, disamping itu dapat pula dijadikan alat perkembangbiakan.
Rimpang (rhizoma)
1.       Sesungguhnya adalah batang beserta daunnya yang terdapat di dalam tanah, bercabang-cabang dan tumbuh mendatar, dan dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan dapat merupakan suatu tumbuhan baru.
2.       Di samping sebagai alat perkembangbiakan juga merupakan tempat penimbunan zat-zat cadangan makanan. Ex: tasbih (Canna edulis Ker.) dan kerut (Maranata arundinacea L.)
Rimpang merupakan penjelmaan batang, bukan akar. Hal ini dapat dilihat dari tanda-tanda berikut:
1.       Beruas-ruas dan berbuku-buku
2.       Berdaun, tetapi daunnya telah menjelma menjadi sisik-sisik
3.       Mempunyai kuncup-kuncup
4.       Tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air

Umbi (tuber)
Umbi merupakan suatu badan yang membengkak, bangun bulat, seperti kerucut atau tidak beraturan, merupakan tempat penimbunan makanan. Merupakan penjelmaan batang atau akar.
1.       Umbi batang (tuber caulogenum)
a.   Umumnya tidak mempunyai sisa-sisa daun atau penjelmaannya, oleh sebab itu seringkali permukaannya tampak licin, buku-buku batang dan ruas-ruasnya tidak jelas. Karena tidak adanya sisa daun, maka umbi ini dinamakan umbi telanjang (tuber nudus). Ex: kentang (Solanum tuberosum L.) dan ubi jalar (Ipomea batatas Poir.).
b.  Pada beberapa jenis tumbuhan dapat dijumpai umbi yang terletak di bagian tumbuhan yang ada di atas tanah, yaitu pada batang yang biasanya di tempat itu terdapat bunga atau di ketiak daun. Umbi ini disebut katak atau katibung (tuber accessorium atau tuber caulinare). Ex: ubi (Dioscorea alata L.) dan gembili (Dioscorea aculeata L.)
2.       Umbi akar (tuber rhizogenum)
Merupakan penjelmaan akar:
a.   Akar tunggang. Ex: lobak (Raphanus sativus L.), bengkuang (Pachyrrhizus erosus Urb.), dan ubi kayu (Manihot utilissima Pohl.)
b.  Akar serabut. Ex: dahlia (Dahlia variabilis Desf.)
Umbi lapis (bulbus)
Merupakan penjelmaan batang beserta daunnya. Pada umbi lapis dapat dibedakan bagian-bagian berikut:
1.       Subang atau cakram (discus)
2.       Sisik-sisik (tunica atau squama)
3.       Kuncup-kuncupnya (gemmae):
a.   Kuncup pokok (gemma bulbi), merupakan kuncup ujung, terdapat pada bagian atas cakram yang tumbuh ke atas mendukung daun-daun biasa, serta bunga
b.  Kuncup samping, yang biasanya tumbuh merupakan umbi lapis kecil-kecil, berkelompok di sekitar umbi induknya. Bagian ini dinamakan siung (bulbus). Ex: bawang merah (Allium cepa L.)
c.      Akar-akar serabut terdapat pada bagian bawah cakram.

Menurut sifat sisik-sisiknya dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu:
1.       Yang berlapis (bulbus squamosus), jika daunnya merupakan bagian yang lebar, dan yang lebih luar menyelubungi bagian yang lebih dalam, hingga jika umbi diiris membujur akan tampak jelas susunannya yang berlapis-lapis. Ex: bawang merah (Allium cepa L.)
2.     Yang bersisik (bulbus squamosus), jika metamorfosis daun-daunnya tidak merupakan bagian yang lebar yang dapat merupakan selubung seluruh umbi, melainkan tersusun seperti genting. Ex: lilia (Lilium candidum L.)

Alat Pembelit atau Sulur (Cirrhus)
1.     Merupakan bagian-bagian tumbuhan yang biasanya menyerupai spral dan berguna untuk membelit benda-benda yang disentuhnya.
2.     Alat ini ditemukan pada tumbuhan yang memanjat saja.
3.     Merupakan metamorfosis daun, batang, dan atau akar.
Menurut asalnya alat-alat pembelit dapat dibedakan dalam:
1.       Cabang pembelit (sulur dahan atau sulur cabang). Ex: air mata pengantin (Antigonan leptopus Hook et Arn.) markisah (Passiflora quadrangularis L.), dan anggur (Vitis vinifera L.)
2.       Daun pembelit (sulur daun). Pembagiannya:
a.     Tangkai daunnya
b.     Ujung daunnya
c.      Ujung ibu tangkai daun pada daun majemuk
3.       Akar pembelit. Ex: panili (Vanilla planifolia Andr.)

Piala (Ascidium) dan Gelembung (Utriculus)
Gelembung atau piala merupakan metamorfosis daun atau sebagian daun, dan lazimnya digunakan untuk menangkap serangga.
1.       Piala, biasanya merupakan ujung daun yang diubah menjadi badan menyerupai piala yang lengkap dengan tutupnya. Ex: kantong semar (Nepenthes ampullaria Jack.)
2.       Gelembung, terdapat pada tumbuhan insectivora yang hidup di air. Ex: rumput gelembung (Utricularia flexuosa Vahl.)

Duri sejati
Duri yang merupakan metamorfosis salah satu bagian pokok tumbuhan, oleh karena itu biasanya sukar ditanggalkan dari batang, dan jika dapat ditanggalkan akan meninggalkan bekas luka.
Menurut asalnya dapat dibedakan menjadi:
1.       Duri dahan (spina caulogeneum). Ex: bogenvil (Bougainvillea spectabilis Wild.)
2.       Duri daun (spina phyllogenum). Ex: kaktus (Cactus sp., Opuntia sp. dll)
3.       Duri akar (spina rhizogenum). Ex: gembili (Dioscorea aculeata L.) dan gembolo (Dioscorea bulbivera L.)
4.     Duri daun penumpu (spina stipulogenum). Ex: susuru (Euphorbia trigona Haw.)
Duri kulit atau duri tempel
Duri yang tidak merupakan metamorfosis suatu alat, melainkan hanya merupakan semacam alat tambahan, jadi hanya menempel pada kulit.

Alat-Alat Tambahan (Organa Accessoria)
Bukan merupakan penjelmaan salah satu dari ketiga bagian pokok tumbuhan. Alat-alat ini dapat dibedakan dalam tiga golongan:
1.     Papila (papillae)
Merupakan penjolan-penjolan pada permukaan suatu alat, yang hanya merupakan peninggian dinding sel yang jika diraba akan terasa halus seperti beludru, biasanya terdapat pada daun mahkota bunga. Ex: bunga telang (Clitoria ternatea L.)
2.       Rambut-rambut (trichoma)
Merupakan alat-alat tambahan berupa rambut-rambut atau sisisk-sisik, yang pada pembentukannya hanya kulit luar tubuh tumbuhan saja yang ikut mengambil bagian, sehingga alat tersebut sangat mudah ditanggalkan. Trikoma pada tumbuhan dapat berupa:           
a.        Sisik bulu (ramentum). Bulu-bulu yang pipih yang menutupi batang atau bagian-bagian tumbuhan yang lain. Ex: pakis haji (Cycas rumphii Miq.)
b.     Sisik (lepis), bagian-bagian yang pipih menempel rapat pada alat-alat tumbuhan, misalnya pada daun atau tangkai daun. Ex: daun durian (Durio zibethinus Murr.)
c.      Bulu-bulu atau rambut halus (pilus). Bulu-bulu atau rambut ini sangat bermacam-macam bentuk dan susunannya, ada yang bercabang, ada yang seperti bintang. Ex: daun waru (Hibiscus tiliaceus L.)
d.     Rambut kelenjar (pilus capilatus). Bentuknya seperti bulu-bulu pada umumnya, tetapi dari bagian ujungnya dapat dikeluarkan suatu zat, misalnya semacam resin. Ex: tembakau (Nicotiana tabacum L.)

3.       Emergensia (emergentia)
Merupakan alat tambahan yang tidak hanya tersusun atas bagian-bagian kulit luar, akan tetapi bagian yang lebih dalam daripada kulit luar ikut pula mengambil bagian dalam pembentukannya. Yang digolongkan dalam emergensia yaitu:
a.   Rambut-rambut gatal atau perangsang (stimulus). Ex: kemaduh (Laportea stimulans Miq.)
b.  Duri tempel (aculeus). Ex: mawar (Rosa sp.), dan pohon randu (Ceiba pentandra Gaertn.)




















Batang (Caulis)


Batang (Caulis)
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang penting.
Sifat-sifat batang:
1.     Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silender atau bentuk lain dan bersifat aktinomorf
2.     Terdiri atas ruas-ruas yang dibatasi buku-buku
3.     Selalu bertambah panjang di ujungnya
4.     Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek
Fungsi batang:
1.     Mendukung bagian-bagian tumbuhan yang ada di atas tanah
2.     Dengan percabangannya memperluas bidang asimilasi dan menempatkan bagian-bagian tumbuhan sedemikian rupa sehingga menguntungkan tumbuhan tersebut
3.     Jalan pengangkutan air dan mineral serta hasil fotosintesis
4.     Sebagai tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan


Berdasarkan keberadaan batangnya tumbuhan dibedakan menjadi:
1.     Tumbuhan yang tidak berbatang (planta acaulis). Contoh:  lobak (Raphanus sativus L.), sawi (Brassica juncea L.)
2.     Tumbuhan berbatang jelas
a.     Batang basah (herbaceus). Contoh: bayam (Amarantus spinosus L.), krokot (Portulaca oleracea L.)
b.     Batang berkayu (lignosus)
c.      Batang rumput (calmus)
d.     Batang mendong (calamus

Bentuk-bentuk batang:
1.     Bulat (teres)
2.     Bersegi (angularis)
a.     Segi tiga (triangularis). Contoh: rumput teki (Cyperus rotundus)
b.     Segi empat (quadrangularis). Contoh: markisah (Passiflora quadrangularis L.)
3.     Pipih
a.     Filokladia (phyllocladium). Contoh: jakang (Muehlenbeckia platyclada Meissn.)
b.     Kladodia (cladodium). Contoh: kaktus (Opuntia vulgaris Mill.)

Bentuk permukaan batang:
1.     Licin (leavis)
2.     Berusuk (costatus) (Coleus sp.)
3.     Beralur (sulcatus) (Cereus sp.)
4.     Bersayap (alatus) (Dioscorea sp.)

Arah tumbuh batang
1.     Tegak lurus (erectus)
2.     Menggantung (dependens, pendulus)
3.     Berbaring (humifusus)
4.     Menjalar atau merayap (repens)
5.     Serong ke atas atau condong (ascendens)
6.     Mengangguk (nutans)
7.     Memanjat (scandens)
8.     Membelit (volubilis)
a.     Membelit ke kiri (sinistrorsum volubilis)
b.     Membelit ke kanan (dextrorsum volubilis)

Cara percabangan ada bermacam-macam, biasanya dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1.     Monopodial
2.     Simpodial
3.     Menggarpu (dikotom)
Arah tumbuh cabang:
1.     Tegak (fastigiatus)
2.     Condong ke atas (patens)
3.     Mendatar (horizontalis)
4.     Terkulai (declinatus)
5.     Bergantung (pendulus)





Akar (RADIX)

Sifat-Sifat Akar
1  Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya.
2 Tidak berbuku-buku dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya.
3  Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
4  Tumbuh terus pada ujungnya.
5  Bentuknya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.

Fungsi Akar
§  Memperkuat berdirinya tumbuhan.
§  Untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air dari dalam tanah.
§  Mengangkut air dan zat-zat makanan ke tempat-tempat yang membutuhkan.
§  Kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbunan makanan.



Bagian-Bagian Akar
§  Leher akar atau pangkal akar (collum).
§  Ujung akar (apex radicis).
§  Batang akar (corpus radicis).
§  Cabang-cabang akar (radix lateralis).
§  Serabut akar (fibrilla radicis).
§  Rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis).
§  Tudung akar (calyptra).

Sistem Perakaran
§  Akar tunggang (radix  primaria)
§  Akar serabut (radix adventicia)

Akar Tunggang
§  Akar tunggang yang bercabang atau sedikit bercabang, dan jika bercabang, biasanya cabang-cabang ini terdiri atas akar-akar yang halus berbentuk serabut.
ú  Berbentuk sebagai tombak (fusiformis), pangkalnya besar meruncing ke ujung dengan serabut-serabut akar sebagai percabangan, biasanya menjadi tempat penombunan makanan. Ex: lobak (Raphanus sativus L.), wortel (Daucus carota I.).
ú  Berbentuk gasing (napiformis), pangkal akar besar membulat, akar-akar serabut sebagai cabang hanya pada ujung yang sempit meruncing. Ex: bengkuang (Pachyrrhizus erosus Urb.), biet (Beta vulgaris L).
ú  Berbentuk benang (filiformis), jika akar tunggang kecil panjang seperti akar serabut saja dan juga sedikit sekali bercabang. Ex: kratok (Phaseolus lunatus L.).
§  Akar tunggang yang bercabang (ramosus), berbentuk kerucut panjang, tumbuh lurus ke bawah, bercabang-cabang banyak, dan cabang-cabangnya bercabang lagi.

Akar Serabut
§  Akar yang menyusun akar serabut kecil-kecil berbentuk benang. Ex: padi (Oryza sativa L.)
§  Akar-akar serabut kaku keras dan cukup besar seperti tambang. Ex: kelapa (Cocos nucifera L.)
§  Akar serabut besar-besar, hampir sebesar lengan, masing-masing tidak banyak memperlihatkan percabangan. Ex: pandan (Pandanus tectorius Sol.)

Beberapa Sifat Akar Yang Memiliki Tugas Khusus
§  Akar udara atau akar gantung (radix aereus). Ex: beringin (Ficus benjamina L.).
§  Akar penggerek atau akar penghisap (haustorium). Ex: benalu (Loranthus sp.)
§  Akar pelekat (radix adligans). Ex: lada (Piper nigrum L.), sirih (Piper betle L.).
§  Akar pembelit (cirrhus radicalis). Ex: panili (Vanila planifolia Andr.).
§  Akar nafas (pneumatophora). Ex: bogem (Sonneratia sp.), api-api (Avicennia sp.)
§  Akar tunjang. Ex: pandan (Pandanus tectorius Sol.), pohon bakau (Rhizophora conjugata L.).
§  Akar lutut. Ex: tunjang (Bruguiera parvifolia W. et A).
§  Akar banir. Ex: sukun (Artocarpus communis G. Forst.), kenari (Canarium commune L.).